Penuhi Faktor Kepatuhan dalam Penggajian: Anda Masih Wajib Membayarkan Upah di Situasi Berikut Ini

Kebijakan upah diatur oleh negara dan mencakup banyak jenis penggajian. Logikanya, upah tidak perlu dibayarkan jika pekerja tidak melakukan pekerjaannya. Tapi tahukah Anda ada beberapa kasus di mana kita masih wajib memberikan upah?

Ya, dalam beberapa kasus, seorang pekerja yang tidak melakukan pekerjaannya tetap harus menerima upah - dan ini diatur oleh hukum Indonesia. HR harus memahaminya - cek info lengkapnya di bawah ini:

Pasal 40 PP 36/2021 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengatur bahwa pengusaha tetap wajib membayar upah kepada pekerja yang tidak masuk kerja dan/atau tidak bekerja, dalam hal:

1. Ketidakhadiran, meliputi:

sebuah. Pekerja sedang sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya

b. Buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya

c. Pekerja tidak masuk kerja karena:

- Menikah
- Pernikahan anak-anak
- Sunat anak laki-laki
- Membaptis anak-anak mereka
- Istri melahirkan atau keguguran
- Suami, istri, orang tua, menantu, anak, dan/atau menantu meninggal dunia, atau anggota keluarga selain sebagaimana dimaksud pada angka 6 yang tinggal dalam 1 (satu) rumah meninggal dunia.

2. Melaksanakan kegiatan lain di luar pekerjaan, antara lain:

sebuah. Melaksanakan kewajiban kepada negara

b. Melaksanakan kewajiban ibadah yang diperintahkan oleh agamanya

c. Melaksanakan tugas Serikat Pekerja/Serikat Buruh dengan persetujuan pengusaha dan dapat dibuktikan dengan pemberitahuan tertulis

d. Melaksanakan misi pendidikan dan/atau pelatihan dari perusahaan.


3. Untuk menggunakan hak istirahat atau cuti, jika pekerja melakukan:

sebuah. Hak istirahat mingguan

b. Cuti tahunan

c. istirahat panjang

d. Istirahat sebelum dan sesudah melahirkan, atau

e. Istirahat karena keguguran


4. Bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi majikan tidak mempekerjakannya karena kesalahan majikan sendiri atau halangan yang harus dapat dihindari oleh majikan.


Lindungi faktor kepatuhan Anda dengan mempercayakan proses penggajian organisasi Anda kepada KPSG! Perusahaan Outsourcing KPSG menyediakan Layanan Pemrosesan Penggajian yang meliputi proses penghitungan penggajian serta penghitungan pajak menurut undang-undang dan pajak penghasilan. Selain itu, KPSG merilis laporan perundang-undangan dan pajak. Dengan menggunakan layanan KPSG, Anda dapat yakin akan keakuratan dan ketepatan waktu penggajian Anda dengan tetap menjaga faktor kepatuhan. Selain itu, Anda dapat mencegah pelanggaran data internal untuk menjaga kerahasiaan data bersama kami.

Baca Juga: 

1. Hari gajian: Dari 25, 27, hingga 30 Bagaimana Menjadwalkan Penggajian Anda dengan Baik?

2. Penggajian In-house vs Outsource: Hanya Karena Anda Bisa, Bukan Berarti Anda Harus