Sukseskan Wawancara Rekrutmen Anda: Sudut Pandang HRD

Sukseskan Wawancara Rekrutmen Anda: Sudut Pandang HRD

 

Wawancara yang efektif adalah aspek penting dari proses perekrutan karena mereka dapat mengungkap potensi bahaya, menyoroti kekuatan, memastikan bahwa gaji, kompensasi, dan ekspektasi kepribadian selaras, dan memverifikasi kredensial, keterampilan, dan bakat. Sudahkah Anda melakukannya dengan persiapan yang baik, SDM?

- Hindari terlalu banyak detail di meja kerja
Pertama dan terpenting, jangan melebih-lebihkan deskripsi pekerjaan kepada kandidat. Saat memberi pengarahan kepada kandidat tentang posisi yang tersedia, HR harus berkonsentrasi pada apa yang benar-benar diperlukan. Mereka tidak akan mengingat fakta, tetapi penjelasan Anda mungkin membuat mereka kewalahan.

- Gunakan deskripsi pekerjaan sebagai panduan Anda untuk membuat daftar pertanyaan
Sebaliknya, buat pertanyaan menggunakan deskripsi pekerjaan sebagai panduan. Tinjau nilai-nilai penting deskripsi pekerjaan dan buat pertanyaan berdasarkan nilai tersebut. Ingatlah untuk menuliskan pertanyaan Anda sebelumnya dan sediakan ruang kosong yang cukup untuk menuliskannya.

- Gali kebenaran dengan cerdas
Pada kenyataannya, kandidat sering membesar-besarkan atau menciptakan detail untuk mencoba membuat pewawancara terkesan. Bagaimana Anda bisa menembus kebenaran? Dengan mengajukan pertanyaan spesifik dan menindaklanjuti. Dapatkan nomor, tanggal, dan detail konkret lainnya, lalu tanyakan lagi nanti dalam wawancara, atau dalam wawancara berikutnya. Orang-orang hampir tidak akan pernah mengingat angka-angka yang mereka temukan dari atas kepala mereka.

- Pembicaraan gaji
Berbicara tentang cara halus konversi gaji, tidak apa-apa untuk langsung bertanya apa yang mereka hasilkan saat ini, dan berapa gaji yang mereka harapkan. Perlu diingat, orang hampir tidak pernah ingin turun gaji dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, kecuali tawaran Anda datang dengan manfaat lain yang tidak dapat ditemukan dalam pekerjaan mereka saat ini.

Namun, jangan terlalu senang dulu jika kandidat langsung menyetujui gaji yang jauh di bawah ekspektasi mereka; mereka mungkin akan mulai mencari pekerjaan berikutnya sehari setelah mereka mulai.

- Periksa pekerjaan mereka sebelumnya
Menanyakan tentang alasan mereka pergi. Jika mereka mulai mengeluh tentang rekan kerja dan atasan, itu pertanda bahwa mereka akan sulit diajak bekerja sama. Juga, jika mereka membahas masalah yang mirip dengan posisi yang Anda berikan, Anda menyadari bahwa itu mungkin tidak cocok. Misalnya, jika seseorang mengundurkan diri karena mereka harus bekerja di akhir pekan, dan Anda benar-benar membutuhkannya untuk bekerja di akhir pekan.

- Jangan terlalu cerewet
Salah satu hal paling umum yang akan Anda perhatikan adalah kandidat menjadi gugup dan menjadi pendiam. Berhati-hatilah; Anda dapat secara tidak sengaja mengambil alih percakapan dan berbicara terlalu banyak. Ingat, Andalah yang melakukan wawancara. Untuk mengetahui lebih banyak tentang para kandidat, dorong mereka untuk berbicara lebih banyak.

Wawancara yang baik akan mengungkapkan semua yang perlu Anda ketahui tentang etos kerja kandidat, riwayat kerja, tujuan karir masa depan, dan harapan perusahaan. Dengan pengetahuan ini, menemukan orang yang tepat untuk mengisi posisi Anda yang tersedia akan menjadi sederhana. Tingkatkan kualitas recruitment indonesia anda bersama dengan KPSG

Baca Juga: 

1. Waspadai Akun Media Sosial Palsu Selama proses Recruitment

2. Cara Merekrut Kandidat Industri Perbankan & Keuangan Lebih Efisien dengan Mitra MPHRO