Perhatikan Hak Karyawan yang Mengundurkan Diri

HR Harus Tahu! Perhatikan Hak Karyawan yang Mengundurkan Diri

Untuk memastikan perpisahan yang baik dalam hubungan profesional Anda, dan untuk tetap mematuhi peraturan, perhatikan petunjuk ini ketika seorang karyawan mengundurkan diri.

Ketika seorang karyawan mengundurkan diri, terkadang kita lebih fokus pada bagaimana mengisi kembali posisi yang kosong dengan talenta terbaik, sesegera mungkin untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Namun, jangan lupa untuk memiliki offboarding yang tepat untuk karyawan yang keluar.

SDM perlu memahami bahwa hak-hak pegawai yang mengundurkan diri sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Nomor 13 Tahun 2003. Salah satu yang menjadi sorotan tentu saja hak finansial karyawan yang mengundurkan diri.

Apakah perlu? Bukankah pesangon hanya untuk mereka yang terkena PHK? Ya itu benar. Namun, ada juga biaya lain yang harus dibayar perusahaan ketika seorang karyawan mengundurkan diri secara sukarela. Hal ini dikenal dengan Hak Ganti Rugi (UPH). Mari kita lihat apa yang dikatakan hukum.

Jadi, ganti rugi untuk hak yang bersangkutan adalah pengganti uang untuk hal-hal berikut:

- Cuti tahunan yang belum diambil dan belum jatuh
- Bonus/insentif yang menjadi hak karyawan
- Tunjangan transportasi
- Penghargaan layanan (sesuai dengan masa kerja mereka)
- Tunjangan tempat tinggal ditetapkan sebesar 15% (lima belas persen) dari penghargaan jasa bagi yang memenuhi persyaratan
- Hal-hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Sebagai catatan, besaran hak cuti tahunan dihitung secara proporsional menurut penghasilan tetap (gaji pokok + tunjangan tetap) dikalikan sisa masa cuti yang belum diambil.

Sedangkan tunjangan penghargaan jasa diberikan kepada mereka yang tergabung dalam komite non-manajemen, yang besarnya dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan dari karyawan yang mengundurkan diri, SDM harus memasukkan hak dan kewajiban terperinci karyawan tersebut dalam kontrak kerja mereka di awal perekrutan, dan memastikan mereka memahami hal-hal ini sebelum mengundurkan diri.

Memang terkadang sebagai manajer departemen HRD, kita bisa dibingungkan dengan banyak hal yang harus kita ingat. Bekerja dengan mitra MPHRO akan membantu Anda menjaga agar perhitungan terperinci ini tidak hilang dan memastikan organisasi Anda tetap patuh. Konsultasikan dengan perusahaan recruitment indonesia KPSG tentang masalah ini.

Baca Juga: 
1. Pola Pikir Proses Perekrutan dan Kepegawaian 

2. Panduan Merekrut dan Mempertahankan Tenaga Kerja Gen Z