Work From Office Saat Omicron: Sebuah Panduan

Februari ini, Kementerian Kesehatan RI akhirnya menyatakan bahwa Indonesia telah memasuki gelombang ketiga Covid-19. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah mengimbau para pelaku usaha untuk menjalankan kantornya secara terbatas dan sementara jika ditemukan klaster baru Covid-19. Juga diingatkan kepada karyawan untuk tetap membatasi interaksi fisik dengan rekan kerja.

Pemerintah mengimbau para pimpinan perusahaan, terutama dari sektor non-esensial, untuk mempertimbangkan opsi work from home (WFH) dan tidak menerapkan 100 persen work from office (WFO) di tengah maraknya kasus varian Omicron di Indonesia. Sebagai contoh, semua organisasi pemerintah telah mengurangi pertemuan offline dan kembali menggunakan teknologi online sejak Januari 2022.

Sebagai HRD, bagaimana seharusnya kita menyikapi perkembangan situasi ini? Tentu saja kita harus berpegang pada prinsip bahwa melindungi kesehatan, kesejahteraan, dan keterlibatan karyawan adalah prioritas utama.

- Jika kantor pusat atau cabang bisnis Anda belum memiliki kode QR PeduliLindungi, jangan tunda lagi, sekaranglah saatnya! Mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui email : registration.qrpl@kemkes.go.id (surat berisi informasi nomor telepon, nama PIC untuk masing-masing tempat/bangunan, alamat email, kategori kegiatan, nama tempat/bangunan, kota dan provinsi). Setelah itu, Anda akan menerima instruksi pencetakan QR Code melalui email balasan dari Kementerian Kesehatan.

- Dari sudut pandang strategis, sangat penting untuk membentuk satuan tugas manajemen respons Omicron. Tujuan mereka tidak hanya untuk mengawasi kesehatan dan keselamatan karyawan selama musim Omicron, tetapi juga untuk memastikan keterlibatan, daya tarik, dan retensi karyawan tetap terjaga. Misalnya, sosialisasikan bahwa manajer harus menggandakan empati untuk lebih memahami apa yang dibutuhkan karyawan untuk menjadi produktif.

- Bagaimana jika kasus penularan sudah terjadi di kantor? Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Indonesia Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, penutupan kantor selama lima hari sudah cukup untuk protokol disinfeksi dan karantina bagi seluruh pegawai yang kontak dekat dengan pasien.

Februari 2022 diprediksi menjadi peak season Omicron di Indonesia, oleh karena itu tunjukkan kewaspadaan Anda agar karyawan bisa merasa lebih tenang dalam bekerja. Mari kita lewati musim yang tidak menentu ini dengan persiapan.