Dari Karyawan Kontrak Hingga Karyawan Tetap, Berikut Aturannya

Dalam suatu organisasi, sangat wajar kita memiliki pegawai kontrak yang terikat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan pegawai tetap memiliki hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Sesuai aturan terbaru, jangka waktu PKWT maksimal 5 tahun, termasuk perpanjangan kontrak. Hubungan kerja PKWT dengan sendirinya berakhir sesuai dengan batas yang disepakati atau selesainya pekerjaan, dan pengusaha wajib membayar ganti rugi. Sedangkan pemutusan hubungan kerja PKWTT dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja, dan pengusaha wajib membayar pesangon.

Di sisi lain, sangat umum terjadi perubahan status pegawai kontrak (PKWT) menjadi pegawai tetap/tetap (PKWTT). Misalnya, ketika hasil evaluasi pekerjaan karyawan memuaskan.

Perubahan status dari karyawan kontrak menjadi karyawan tetap ini merupakan praktik SDM yang biasa dilakukan perusahaan dalam mencari karyawan yang berkualitas. Selain faktor inisiatif perusahaan, terdapat kondisi tertentu yang menurut peraturan perundang-undangan dapat menyebabkan perubahan status pegawai kontrak menjadi pegawai tetap.

 

Peraturan Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak



- PKWT yang tidak memenuhi persyaratan jenis pekerjaan
Jika melihat aturan PKWT UU No 11 Tahun 2020, terlihat jelas bahwa PKWT hanya dibuat untuk jenis pekerjaan tertentu. Jika tidak, maka PKWT berubah menjadi PKWTT, artinya status pegawai kontrak juga berubah menjadi pegawai tetap.

- PKWT yang tidak memenuhi syarat pekerja harian
Namun, perjanjian kerja harian harus memenuhi ketentuan batas maksimal hari kerja dalam sebulan. Pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 hari dalam 1 bulan. Jika tidak, maka PKWT berubah menjadi PKWTT.

- PKWT yang tidak dibuat secara tertulis
PKWT harus dibuat secara tertulis dan harus menggunakan huruf Indonesia dan Latin. Dalam hal PKWT dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing, apabila terjadi perbedaan penafsiran antara keduanya, maka PKWT yang dibuat dalam bahasa Indonesia yang berlaku. Jika kontrak PKWT dibuat tidak tertulis, otomatis akan berubah menjadi PKWTT. Sebab, hanya PKWTT yang bisa dilakukan secara lisan.

Bingung mengurus semua urusan administrasi ini? Jangan ragu untuk menghubungi perusahaan outsourcing jakarta, Indonesia KPSG untuk bantuan profesional!

Baca Juga: 

1. Leaderless Group Discussion untuk SDM

2. Membagi Gaji Karyawan Secara Adil