Menavigasi Aturan PKWT Baru dengan Mitra MPHRO

Setelah Omnibus Law dirilis di Indonesia tahun lalu, kami mulai merasakan dampaknya pada lanskap bisnis kami. Salah satu yang paling banyak dibicarakan pasti perubahan yang dilakukan pada PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau Fixed Time Employment. Kesepakatan Untuk semua HR dan manajer kantor, periksa rekap ini!

Semua mata kini tertuju pada aspek uang ganti rugi PKWT, yang dibayarkan di akhir PKWT. Artinya Uang Ganti Rugi dimaksud harus dibayarkan oleh Perusahaan pada hari berakhirnya PKWT. Sangat penting bagi perusahaan untuk memperhatikan aturan baru ini, untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan dan untuk mempertahankan pekerja mereka dengan baik.

- Pekerja yang berhak menerima Uang Kompensasi PKWT adalah setiap pekerja PKWT dengan masa kerja minimal 1 bulan terus menerus, yang PKWTnya berakhir dengan alasan berakhirnya jangka waktu PKWT atau selesainya pekerjaan yang disepakati dalam PKWT.

- Pengaturan Uang Kompensasi PKWT juga berlaku bagi pekerja PKWT yang PKWT-nya diputus oleh salah satu pihak sebelum masa PKWT berakhir; namun tidak berlaku bagi tenaga kerja PKWT yang berstatus Tenaga Kerja Asing.

- Dalam hal PKWT diperpanjang, santunan diberikan pada akhir masa PKWT sebelum perpanjangan (uang ganti rugi berikutnya diberikan setelah perpanjangan masa PKWT berakhir).

Perlu kita juga perhatikan, perhitungan ini tidak berlaku untuk pekerja PKWT di UKM (Usaha Kecil Menengah). Jika konteks organisasi Anda adalah UKM, menurut undang-undang, besaran Uang Ganti Rugi tergantung kesepakatan antara pekerja PKWT dengan perusahaan.

Jika Anda memerlukan bantuan dalam menyesuaikan masalah SDM Anda dengan peraturan PKWT yang baru ini, jangan ragu untuk menghubungi kami!"