Budaya HR & WFA (Work from Anywhere): Bagaimana Kita Beradaptasi?

COVID-19 membuktikan kepada kami bahwa talenta kami tetap dapat mempertahankan produktivitasnya sambil memilih skema kerja yang paling cocok untuk mereka: Full WFH, full WHO, atau hybrid. Fenomena ini memberikan tantangan baru bagi SDM generasi baru.

Bahkan sebelum COVID-19, tahun 2015, sudah ada penelitian yang dipublikasikan di Harvard Business Review bahwa produktivitas karyawan meningkat 22% ketika mereka diberi kesempatan untuk menentukan sendiri lokasi kerja yang paling cocok untuk mereka.

Sedangkan untuk SDM, tantangan baru yang harus kita kelola terkait dengan komunikasi, knowledge sharing antar talent, metode evaluasi kinerja, dan isu keamanan data. Pertama-tama, jangan kewalahan - ingatlah bahwa semua SDM di seluruh dunia menghadapi tantangan serupa saat ini. Pelajaran terbaik yang didapat, organisasi WFA dapat dikelola dengan baik selama mereka telah beradaptasi dengan komunikasi asinkron melalui banyak alat kerja jarak jauh yang tersedia saat ini. KPSG, sebagai mitra terpercaya bagi organisasi WFA, juga hadir dengan dukungan yang tepat untuk tetap melakukan rekrutmen & seleksi, onboarding, dan offboarding dari jarak jauh.

Mungkin kita dulu berpikir: Bagaimana kita bisa mengelola, memantau, dan mengevaluasi bakat yang belum pernah kita temui secara langsung? Dari Evaluasi Kinerja hingga pengaturan kompensasi, kami akan memandu Anda untuk mengelola dinamika tanpa khawatir. Anda tetap dapat mengelola bakat Anda secara profesional, meskipun mereka bekerja dari jarak jauh, dengan bantuan kami.

Sebagai HR, kami harus bekerja keras untuk memastikan budaya kerja dari mana saja dapat dijalankan dengan baik. Dengan mitra yang tepat, bahkan organisasi besar & matang pun dapat berhasil bertransisi ke budaya kerja baru ini.