Mari Sadar akan Proses Seleksi yang Tidak Adil080

Isu rasisme membuka pikiran kita tentang keberagaman. Hal ini dapat mempengaruhi industri untuk memiliki sudut pandang melawan rasisme, merangkul keberagaman, dan kesetaraan peluang terutama dalam budaya kerja. HR harus mempertimbangkan masalah ini. Tidak hanya untuk kampanye dan memiliki reputasi yang baik, tetapi juga dapat membantu perusahaan untuk tumbuh lebih banyak karena mereka melayani pasar mereka yang beragam.

Ketika perusahaan berusaha melakukan proses seleksi yang adil untuk mengakomodasi keberagaman kandidat dengan rekrutmen profesional, ada beberapa hal yang tidak disadari yang membuat seleksi tidak adil. Di sini, beberapa kasus dari proses seleksi tidak adil yang tersembunyi:

1. Komunikasi tentang Peran yang Diiklankan
Ada beberapa peran yang sering dipenuhi oleh jenis kelamin atau usia tertentu dengan keahliannya. Itu terbentuk oleh budaya lokal dari tahun ke tahun. Jika Anda mengiklankan peran dengan komunikasi yang sama, orang mengira Anda membutuhkan kandidat seperti sebelumnya. Anda harus mengubah gaya komunikasi Anda yang terbuka untuk kriteria tertentu terkait dengan deskripsi pekerjaan.

2. Tempat Peran yang Diiklankan
Tidak hanya gaya komunikasi, tempat rekrutmen yang Anda iklankan juga bisa menimbulkan tendensi diskriminasi. Misalnya, jika Anda melalui iklan di media perempuan, orang mengira perusahaan Anda tidak membutuhkan laki-laki untuk peran itu. Jika Anda hanya membagikan iklan di universitas ternama, orang mengira perusahaan Anda tidak menerima aplikasi dari universitas lain. Namun, mungkin Anda bisa menemukan orang yang tepat, bukan lulusan dari universitas ternama.

3. Proses Wawancara dan Seleksi
Proses wawancara membuat HR dapat berkomunikasi langsung dengan calon karyawan. Itu bisa membuat kesan pertama satu sama lain. Beberapa balapan memiliki beberapa karakteristik fisik yang dapat membuat pewawancara tanpa disadari menjadi kandidat. Memiliki panduan pertanyaan dan mitra pewawancara dapat membantu Anda membuat pengukuran yang obyektif terhadap kandidat.

4. Hak dan Kewajiban
Beberapa perusahaan memiliki paket pekerjaan untuk karyawan pria dan wanita seperti kesenjangan upah gender, kesenjangan tunjangan gender, kesenjangan hari libur, dll. Perusahaan dan SDM melakukan hal-hal ini secara tidak sadar, tetapi ketika Anda mengetahui peraturan ini, Anda harus mempertimbangkan untuk mengubah beberapa poin untuk mengakomodasi semua hak dan kewajiban karyawan.

Menghancurkan budaya untuk merangkul keberagaman memiliki tantangan tersendiri. Hal ini bisa Anda lakukan jika ingin menciptakan budaya kerja yang sehat di perusahaan Anda. Untuk menghindari bias, Anda dapat menyewa perusahaan lain untuk membantu departemen SDM Anda dalam merekrut dan mengelola administrasi karyawan agar sesuai dengan peraturan perusahaan Anda. Silakan periksa layanan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu Anda memiliki proses rekrutmen yang adil dan profesional.