Mempersiapkan Wawancara untuk Mendapatkan Kandidat Lokal Terbaik

Setiap perusahaan ingin mendapatkan kandidat terbaik yang sesuai dengan budaya kerja mereka, terutama jika Anda adalah perusahaan internasional yang baru masuk ke Indonesia. Pertama-tama, jika Anda baru mengenal regulasi Indonesia, Anda harus berkonsultasi dan mendapatkan pengetahuan lengkap tentang hal itu. Kemudian, salah satu momen pertama penerapannya bisa terjadi selama proses wawancara Anda.

Proses seleksi sangat penting untuk langkah pertama ketika organisasi Anda merekrut untuk beberapa posisi atau peran, untuk ditempatkan di negara tersebut. Setelah Anda mempublikasikan persyaratan posisi dan latar belakang perusahaan, Anda mendapatkan beberapa lamaran yang mungkin sesuai dengan posisi ini berdasarkan lamaran mereka.

Wawancara harus dipersiapkan dengan baik untuk mendapatkan wawasan mengenai kapabilitas masing-masing kandidat dan memastikan Anda mendapatkan talenta terbaik untuk memajukan bisnis Anda. Ada beberapa pertanyaan dan pertimbangan yang harus Anda masukkan ke dalam daftar pertanyaan:

1. Pengetahuan Dasar
SDM ingin memiliki kandidat dengan basic knowledge sesuai dengan jabatan perannya. Misalnya, perusahaan ingin mempekerjakan seorang tenaga penjual. Orang yang melamar peran ini harus tahu bagaimana cara memengaruhi calon pembeli hingga mereka dapat menjual produk kepada mereka. HR dapat bertanya kepada kandidat tentang strategi dan cara berpikir untuk menjual produk dari A sampai Z. Berdasarkan jawaban kandidat tersebut, Anda dapat mencantumkan skor pada naskah wawancara Anda.

Tidak hanya pengetahuan sesuai peran yang mereka terapkan, tetapi juga tentang kreativitas dan keterampilan lain yang berkaitan dengan peran tersebut. Terkadang, kami bisa mendapatkan jawaban yang unik dan kreatif dari kandidat yang tidak pernah terpikirkan oleh kami oleh karyawan sebelumnya dengan peran yang sama.

2. Kepribadian dan Karakter
Karakter dan kepribadian adalah sesuatu yang sulit diubah. Anda bisa bertanya tentang studi kasus dan masalah yang sering Anda temui dalam pekerjaan sehari-hari. Pada saat yang sama, Anda memperkenalkan situasi alur kerja dan perilaku Anda. Dari jawaban tersebut, Anda akan mengetahui bagaimana para kandidat dapat menghadapi situasi tersebut.

3. Siapkan Alat Ukur Wawancara
Meski wawancara merupakan metode kualitatif untuk menyaring calon karyawan, namun HR harus menyiapkan pengukuran kuantitatif sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Saat mewawancarai kandidat, Anda menggali percakapan untuk mendapatkan jawaban terbaik mereka atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

4. Miliki Tim untuk Wawancara Panel
Putuskan 2-3 orang untuk mewawancarai kandidat. Ini dapat membantu Anda mencetak gol dan mendapatkan gambaran objektif tentang para kandidat. Wawancara panel juga dapat menghindari wawancara bias.

5. Ukur semua Komponen Penilaian di Bagian Akhir
Ketika kandidat melakukan sesuatu yang membuat HR tidak menyenangkan, maka HR dengan mudah memberikan nilai rendah kepada kandidat. Bahkan bisa jadi disebabkan oleh sesuatu yang tidak bisa mereka tangani seperti kandidat yang berkemeja warna saat kandidat lain berkemeja putih atau kandidat datang terlambat karena membantu seseorang saat dalam perjalanan menuju kantor.

Sebelum Anda memberikan skor rendah total kepada para kandidat, tunggu hingga proses perekrutan berakhir. Anda dapat mengukur sisi lain dari kandidat yang dapat dikaitkan dengan peran di perusahaan Anda. Apalagi dalam sesi wawancara, Anda bisa menggali jawaban para kandidat untuk memastikan alasan ketidaknyamanan itu terjadi.

Mendapatkan kandidat terbaik sesuai peran perusahaan perlu persiapan. Ini membutuhkan waktu dan uang Anda. Perusahaan bisa saja merugi jika Anda salah dalam mempersiapkan proses rekrutmen termasuk sesi wawancara. Jika Anda mengkhawatirkan hal itu, Anda dapat mempertimbangkan mitra untuk membantu Anda mempersiapkan proses wawancara seperti KPSG.