Terlalu Banyak Bekerja Selama WFH: Apa yang Bisa Dilakukan HR?

Selamat datang di pengakaman kerja jarak jauh paling menantang di dunia, semuanya karena COVID-19. Tantangannya mungkin berbeda untuk semua orang, tetapi survei terbaru yang diterbitkan oleh www.humanresourcesonline.net menyatakan bahwa 61,3% pekerja merasa bahwa bekerja dari rumah telah menyita waktu mereka dan faktanya mereka telah bekerja terlalu keras tanpa sepengetahuan atasan mereka. Apakah Anda salah satunya?

Ya, dewasa ini, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Apakah Anda pernah menghadiri rapat Zoom di luar jam kerja biasa? Kapan terakhir kali Anda mematikan laptop tepat pada jam 5?

WFH atau gaya hidup kerja jarak jauh dengan demikian menjadi penyebab penyakit psikologis "same old brand new" yang sedang ramai saat ini, seperti "Kelelahan Zoom", "Isolasi Sosial" hingga "FOMO". Tidak bisa dianggap enteng, bahkan sebelum pandemi, para ahli menghubungkan titik-titik antara kesejahteraan dan produktivitas karyawan.

Jika Anda seorang HR, ini adalah waktu terbaik untuk menangani kesehatan mental dan fisik tenaga kerja Anda jauh lebih serius daripada sebelumnya. Fenomena WFH yang terlalu banyak bekerja adalah nyata, dan tidak akan berdampak baik bagi produktivitas organisasi Anda.

Berikut beberapa tips cepat untuk menanganinya:

- Latih manajer Anda untuk menemukan tanda-tanda gangguan mental

- Atur program kesehatan untuk mereka dengan dukungan seorang ahli

- Kelola kehadiran dengan fleksibel

- Ingatkan karyawan untuk mengambil cuti

Stres yang dipicu oleh tempat kerja memiliki penampilan baru dalam budaya WFH ini; pastikan departemen HR Anda dilengkapi dengan kolega tepat yang dapat mendukung keseimbangan hidup karyawan, seperti menyediakan pelacakan kehadiran berbasis teknologi yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas sebagai layanan.

Konsultasikan dengan kami untuk mempelajarinya lebih lanjut!